Webinar Sosialisasi Sertifikasi Kompetensi SDM Keamanan Siber dan Sandi

Webinar Sosialisasi Sertifikasi Kompetensi SDM Keamanan Siber dan Sandi

Ditulis oleh : Fatih Athaillah Nugroho

Pendahuluan dan Latar Belakang

  • Lembaga Sertifikasi Profesi Badan Siber dan Sandi Negara (LSP BSSN) telah memperoleh lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
  • Tujuan utama: Meningkatkan kualitas dan daya saing SDM Keamanan Siber di Indonesia.
  • Implementasi dari Peta Okupasi Nasional Keamanan Siber (PONGS) yang disusun sejak 2019.

Pentingnya SDM Keamanan Siber

  • Meningkatnya ancaman siber, seperti peretasan, ransomware, dan kebocoran data, memerlukan SDM yang profesional.
  • Sertifikasi kompetensi menjadi standar nasional untuk tenaga ahli di bidang keamanan siber.
  • Data Sertifikasi 2023:
    • 1.290 peserta mengikuti sertifikasi.
    • 116 dinyatakan kompeten.
    • 174 belum kompeten.

Sesi Webinar dan Sambutan

  • Dewan Pengarah LSP BSSN mengapresiasi partisipasi peserta dan berharap webinar ini meningkatkan kesadaran akan pentingnya sertifikasi keamanan siber.
  • Acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama peserta webinar.

Pembukaan oleh Moderator

Moderator: Ibu Kusanti S.S.T, M.M.

  • Memperkenalkan narasumber utama:
    1. Bapak Agus Salim, ST, MT – Direktur Kebijakan SDM Keamanan Siber dan Sandi.
    2. Bapak Herbakti Nugroho – Ketua LSP BSSN.
  • Tujuan webinar:
    • Memberikan pemahaman tentang sertifikasi kompetensi SDM keamanan siber.
    • Menjelaskan standar nasional yang harus dipenuhi.

Strategi dan Kebijakan SDM Keamanan Siber (Disampaikan oleh Bapak Agus Salim)

1. Pentingnya Digitalisasi dan Keamanan Siber

  • Transformasi digital membuat keamanan siber semakin krusial.
  • Munculnya kerentanan dalam sistem elektronik perlu ditangani dengan baik.
  • Peran SDM keamanan siber adalah menjaga infrastruktur digital tetap aman.

2. Kebijakan dan Regulasi Nasional

  • PP 71/2019: Tenaga ahli keamanan siber harus memiliki sertifikasi kompetensi.
  • Perpres 82/2022: Penyelenggara sistem elektronik wajib meningkatkan kompetensi SDM mereka.
  • Perpres 95/2018: ASN dan masyarakat perlu memahami prosedur keamanan informasi.

3. Implementasi Peta Okupasi dan SKKNI

  • Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) digunakan untuk:
    • Menentukan jenjang karir di bidang keamanan siber.
    • Mengembangkan kurikulum dan pelatihan berbasis kompetensi.
    • Menjadi dasar dalam sertifikasi profesi keamanan siber.

Skema dan Proses Sertifikasi SDM Keamanan Siber (Disampaikan oleh Bapak Herbakti Nugroho)

1. Skema Sertifikasi Keamanan Siber

  • Keamanan Operasional Siber (SOC):
    • Level 1 (Analyst)
    • Level 2 (Incident Responder)
    • Level 3 (SOC Manager)
  • Pengujian Keamanan Siber (Penetration Testing):
    • Junior Tester
    • Penetration Tester
    • Senior Tester
  • Forensik Digital:
    • Digital Evidence Responder
    • Associate Digital Evidence Responder
  • Kriptografi:
    • Kriptografi Analyst

Setiap skema memiliki jenjang kompetensi dari level pemula hingga ahli.

2. Jalur Sertifikasi

  • Jalur Pengalaman – Untuk tenaga profesional dengan pengalaman kerja relevan.
  • Jalur Pelatihan – Untuk peserta yang mengikuti pelatihan resmi sebelum sertifikasi.
  • Jalur Pendidikan – Untuk lulusan politeknik siber atau universitas terkait.

3. Tahapan Sertifikasi

  1. Pendaftaran dan Verifikasi Dokumen
  2. Uji Kompetensi (tes tertulis, studi kasus, wawancara)
  3. Penetapan Kompetensi oleh LSP
  4. Penerbitan Sertifikat
  5. Evaluasi dan Pengawasan

4. Tantangan dan Peluang dalam Sertifikasi

  • Jumlah SDM tersertifikasi masih rendah dibandingkan kebutuhan industri.
  • Animo peserta tinggi, tetapi kapasitas pelatihan terbatas.
  • Kerja sama dengan universitas dan instansi pemerintah terus diperluas.

Sesi Tanya Jawab Peserta

1. Tantangan Keamanan Siber di Pemerintahan Daerah

  • Kurangnya kesadaran pimpinan daerah terhadap pentingnya keamanan siber.
  • Solusi BSSN:
    • Sosialisasi ke Sekda, Bupati, dan Walikota.
    • Pelatihan dan literasi bagi seluruh ASN, bukan hanya teknisi IT.
    • Kolaborasi dengan universitas dan pemerintah daerah untuk meningkatkan jumlah SDM tersertifikasi.

2. Bagaimana Peran Sertifikasi dalam Keamanan Siber?

  • Membantu memastikan standar kompetensi tenaga kerja.
  • Meningkatkan peluang kerja bagi SDM tersertifikasi.
  • Membantu organisasi meningkatkan keamanan informasi mereka.

3. Bagaimana Jika Kuota Sertifikasi Terbatas?

  • BSSN menyarankan inisiatif "In-House Training" bagi pemerintah daerah dan perusahaan.
  • Pendirian Tempat Uji Kompetensi (TUK) di berbagai daerah untuk mempercepat proses sertifikasi.
  • Mekanisme pendaftaran online melalui kalender pelatihan BSSN.

Kesimpulan dan Penutupan

  • Keamanan Siber adalah prioritas nasional dan memerlukan SDM yang kompeten.
  • Sertifikasi sangat penting untuk memastikan tenaga kerja memiliki kemampuan standar dalam melindungi sistem elektronik.
  • BSSN terus berkomitmen untuk mendukung pelatihan dan sertifikasi keamanan siber melalui berbagai program yang telah dijelaskan.
  • Pentingnya kesadaran keamanan siber di semua level, dari pimpinan hingga pengguna sistem elektronik.

Comments

Popular posts from this blog

Panduan Instalasi Portainer di Ubuntu Server

Rangkuman Webinar Solusi IoT dengan ESP - Teknologi Pintar untuk Kehidupan Sehari-hari

Automation With Ansible