Panduan Instalasi Portainer di Ubuntu Server
Panduan Lengkap Instalasi Portainer di Ubuntu Server
https://radnet-digital.id/
Pendahuluan
Docker adalah salah satu platform containerization paling populer yang mempermudah pengembangan, distribusi, dan pengelolaan aplikasi. Meskipun Docker sudah menyediakan CLI yang sangat berguna untuk mengelola container, bagi sebagian pengguna, pendekatan ini mungkin terasa kurang intuitif, terutama jika mereka lebih terbiasa dengan antarmuka grafis.
Portainer hadir sebagai solusi untuk mempermudah pengelolaan Docker melalui antarmuka web yang user-friendly. Dengan Portainer, pengelolaan container, images, networks, dan volumes menjadi jauh lebih sederhana, terutama untuk pengguna yang tidak terbiasa dengan CLI.
Artikel ini akan membahas langkah demi langkah bagaimana
cara menginstal dan mengkonfigurasi Portainer di server Ubuntu.
Prasyarat
Sebelum memulai instalasi Portainer, pastikan hal-hal
berikut ini sudah tersedia:
1. Ubuntu Server yang sudah berjalan (versi 18.04, 20.04,
atau yang lebih baru).
2. Akses ke terminal server (melalui SSH atau langsung).
3. Docker sudah terinstal di server.
Jika Docker belum terpasang, ikuti panduan di bawah ini
untuk menginstalnya terlebih dahulu.
Langkah-Langkah Instalasi Docker di Ubuntu
Docker adalah prasyarat utama untuk menjalankan Portainer.
Berikut cara untuk menginstal Docker di Ubuntu Server:
1. Perbarui daftar paket di server Anda:
sudo apt update
2. Instal dependensi yang dibutuhkan untuk instalasi Docker:
sudo apt install apt-transport-https
ca-certificates curl software-properties-common
3. Tambahkan GPG key Docker resmi ke sistem:
curl -fsSL
https://download.docker.com/linux/ubuntu/gpg | sudo apt-key add -
4. Tambahkan repository Docker ke sistem Ubuntu Anda:
sudo add-apt-repository "deb
[arch=amd64] https://download.docker.com/linux/ubuntu $(lsb_release
-cs) stable"
5. Perbarui ulang daftar paket untuk menyertakan repository
Docker:
sudo apt update
6. Instal Docker:
sudo apt install docker-ce
7. Verifikasi apakah Docker sudah terinstal dengan benar:
sudo systemctl status docker
Jika semuanya sudah terpasang dengan benar, Docker akan
berjalan dan Anda bisa mulai membuat container. Selanjutnya, kita akan memasang
Portainer.
Langkah-Langkah Instalasi Portainer di Ubuntu
Setelah Docker terpasang, Portainer bisa dengan mudah
diinstal sebagai container Docker. Berikut adalah langkah-langkah untuk
menginstal Portainer:
1. Membuat Volume untuk Data Portainer
Portainer menyimpan konfigurasi dan data manajemennya dalam
sebuah volume Docker. Volume ini harus dibuat sebelum menjalankan container
Portainer.
Buat volume untuk menyimpan data Portainer:
sudo docker volume create portainer_data
Volume ini nantinya akan digunakan untuk menyimpan semua
data konfigurasi Portainer, sehingga jika container Portainer dihentikan atau
dihapus, datanya tetap aman.
2. Menjalankan Container Portainer
Setelah volume dibuat, langkah selanjutnya adalah
menjalankan container Portainer di Docker. Gunakan perintah berikut untuk
menarik image Portainer dan menjalankannya:
sudo docker run -d -p 8000:8000 -p 9000:9000
--name=portainer \
--restart=always \
-v /var/run/docker.sock:/var/run/docker.sock
\
-v portainer_data:/data \
portainer/portainer-ce
Penjelasan dari
perintah di atas:
- `-d`: Menjalankan container dalam mode
detached (di background).
- `-p 8000:8000 -p 9000:9000`: Memetakan
port di host ke container. Port 9000 digunakan untuk akses web Portainer, dan
port 8000 digunakan untuk komunikasi API internal (jika dibutuhkan).
- `--name=portainer`: Memberikan nama `portainer` pada container untuk
kemudahan pengelolaan.
- `--restart=always`: Menjalankan
container secara otomatis jika server direstart atau container mati.
- `-v /var/run/docker.sock:/var/run/docker.sock`:
Memungkinkan Portainer untuk berinteraksi langsung dengan Docker daemon.
- `-v portainer_data:/data`: Menyimpan
data dan konfigurasi Portainer di volume `portainer_data`.
3. Mengakses Portainer Melalui Web
Setelah container berjalan, Anda bisa mengakses antarmuka
web Portainer dari browser. Untuk mengaksesnya, buka browser dan masukkan URL
berikut:
http://your_server_ip:9000
Gantilah `your_server_ip` dengan alamat IP
server Ubuntu Anda. Jika Anda mengaksesnya dari localhost, bisa gunakan `http://localhost:9000`.
4. Konfigurasi Awal Portainer
Saat pertama kali mengakses Portainer, Anda akan diarahkan
ke halaman untuk membuat akun admin. Ikuti langkah-langkah berikut:
1. Buat akun admin: Pada halaman pertama, masukkan username
dan password yang ingin Anda gunakan untuk akun admin. Simpan informasi ini
dengan baik karena akan digunakan untuk login ke Portainer.
2. Pilih jenis lingkungan: Setelah login, Anda akan diminta
untuk memilih lingkungan Docker yang akan dikelola. Pilih `Docker` untuk mengelola Docker
instance lokal yang berjalan di server tersebut.
3. Mulai mengelola Docker: Setelah langkah di atas selesai,
Anda akan masuk ke dashboard utama Portainer. Di sini, Anda bisa melihat dan
mengelola container, images, network, dan volume Docker dengan mudah melalui
antarmuka grafis yang user-friendly.
Fitur-Fitur Utama Portainer
Setelah Portainer terinstal dan berjalan, Anda dapat
menikmati berbagai fitur untuk mempermudah pengelolaan Docker:
1. Pengelolaan Container: Anda bisa melihat, membuat,
menghentikan, atau menghapus container Docker dengan mudah melalui antarmuka
web. Setiap container bisa dimodifikasi atau di-monitor langsung dari dashboard
Portainer.
2. Pengelolaan Images: Portainer memungkinkan Anda menarik
(pull) image Docker dari Docker Hub, membuat container baru dari image, atau
menghapus image yang tidak digunakan lagi.
3. Pengelolaan Networks: Anda bisa membuat, mengelola, atau
menghapus jaringan Docker untuk mengatur bagaimana container berkomunikasi satu
sama lain.
4. Pengelolaan Volumes: Mengelola volume Docker, seperti
membuat, menghapus, atau melihat volume yang ada, bisa dilakukan dengan mudah
di Portainer.
5. Integrasi Stacks: Portainer mendukung pembuatan dan pengelolaan Docker Stacks, yaitu sekumpulan layanan Docker yang dijalankan secara bersamaan.
6. Autentikasi & Pengelolaan Pengguna: Portainer memungkinkan Anda untuk mengelola pengguna dan memberikan mereka izin untuk mengakses dan mengelola Docker instance tertentu.
Menghentikan dan Menghapus
Container Portainer
Jika Anda ingin menghentikan atau menghapus container Portainer di masa mendatang, Anda bisa menggunakan perintah berikut:
1. Untuk menghentikan container:
sudo docker stop portainer
2. Untuk menghapus container:
sudo docker rm portainer
Namun, data Portainer tetap aman di volume `portainer_data`.
Jika Anda ingin menghapus seluruh data, hapus juga volume tersebut:
sudo docker volume rm portainer_data
Kesimpulan
Dengan Portainer, pengelolaan Docker menjadi jauh lebih
mudah dan intuitif melalui antarmuka web. Setelah mengikuti panduan ini, Anda
dapat memasang Portainer di Ubuntu Server dan mulai mengelola container Docker
tanpa perlu bergantung pada command line. Portainer cocok untuk pengguna pemula
yang baru belajar Docker maupun administrator yang membutuhkan platform
manajemen container yang efisien.
Sekarang, Anda sudah siap untuk mulai mengelola container
Docker dengan Portainer!


Comments
Post a Comment