Linux System Administration


 LINUX SYSTEM ADMINISTRATION

"Kursus Linux System Administration oleh Adinusa.id"

https://radnet-digital.id/

Didalam Kursus "Linux System Administration" oleh Adinusa ini mendapatkan 20 modul, yaitu:

Modul 1: Course Introduction

Modul ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum tentang kursus dan membantu peserta memahami apa yang akan mereka pelajari. Peserta akan diperkenalkan pada struktur kursus, tujuan, serta pentingnya keterampilan Linux di pasar kerja saat ini.

- Course Introduction: Modul ini memberikan gambaran umum tentang kursus, termasuk tujuan, struktur, dan hasil yang diharapkan. Ini membantu peserta memahami apa yang akan mereka pelajari.

- Orientation to the Classroom Environment: Memperkenalkan siswa pada lingkungan pembelajaran online, termasuk cara navigasi platform dan akses ke materi.

- Platform Discussion: Menjelaskan berbagai alat dan sumber daya yang tersedia untuk mendukung pembelajaran, seperti forum diskusi dan materi tambahan.

- Why Should You Learn About Linux?: Menjelaskan pentingnya keterampilan Linux dalam pasar kerja dan aplikasinya di berbagai industri, seperti server, pengembangan perangkat lunak, dan keamanan siber.

- What Makes Linux Great?: Menggali fitur-fitur utama Linux, seperti stabilitas, keamanan, dan fleksibilitas, serta mengapa banyak organisasi memilih Linux.

- What Is Open Source Software?: Memperkenalkan konsep perangkat lunak sumber terbuka, di mana kode sumber tersedia untuk umum dan dapat dimodifikasi oleh siapa saja.

- Open Source Licenses: Menjelaskan berbagai jenis lisensi open source, seperti GPL dan MIT, serta bagaimana lisensi ini mempengaruhi penggunaan dan distribusi perangkat lunak.

- Linux Distribution: Menggambarkan berbagai distribusi Linux seperti Ubuntu, CentOS, dan Fedora, serta peruntukannya masing-masing.

- Command Line vs. Graphical Interface: Mengulas keuntungan dan kerugian menggunakan antarmuka baris perintah dibandingkan dengan antarmuka grafis dalam administrasi sistem.

 
 Modul 2: Linux Filesystem Tree Layout

Modul ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang struktur filesystem Linux. Peserta akan belajar tentang direktori utama, fungsinya, dan bagaimana cara menavigasi filesystem untuk memudahkan pengelolaan file dan direktori.

- Linux Standard Directory Tree: Memperkenalkan hierarki filesystem Linux dan mengapa penting untuk memahami strukturnya.

- The Root (/) Directory: Menjelaskan direktori akar sebagai titik awal dari filesystem, yang berisi semua direktori lainnya.

- Key Directories:

  - `/bin`: Berisi program biner penting yang diperlukan untuk booting dan menjalankan sistem.

  - `/boot`: Menyimpan file yang diperlukan untuk proses boot, termasuk kernel.

  - `/dev`: Berisi file perangkat yang mewakili perangkat keras.

  - `/etc`: Menyimpan file konfigurasi untuk pengaturan sistem.

  - `/home`: Direktori untuk menyimpan data pengguna.

  - `/lib` dan `/lib64`: Berisi pustaka bersama yang digunakan oleh program.

  - `/media`, `/mnt`: Titik untuk memasang media yang dapat dilepas dan direktori sementara.

  - `/proc`: Sistem file virtual yang menyediakan informasi tentang proses dan sistem.

  - `/sys`: Antarmuka untuk subsistem kernel.

  - `/root`: Direktori home untuk pengguna root.

  - `/sbin`: Berisi biner sistem untuk tugas administratif.

  - `/srv`: Data untuk layanan yang disediakan oleh sistem.

  - `/tmp`: Menyimpan file sementara.

  - `/usr`: Berisi aplikasi dan biner pengguna.

  - `/var`: Berisi file variabel, termasuk log dan database.

  - `/run`: Informasi waktu berjalan untuk proses.

 

 Modul 3: Processes

Modul ini membahas konsep dasar proses dalam Linux. Peserta akan mempelajari bagaimana proses diciptakan, dikelola, dan diisolasi, serta memahami atribut penting dari setiap proses yang berjalan di sistem.

- What Is a Program?: Menjelaskan apa itu program sebagai sekumpulan instruksi yang dieksekusi oleh komputer.

- What Is a Process?: Menggambarkan perbedaan antara program dan proses, serta menjelaskan proses sebagai instansi aktif dari program.

- Process Attributes: Menyebutkan atribut penting dari proses seperti PID (Process ID), PPID (Parent Process ID), dan status.

- Process Resource Isolation: Teknik untuk mengisolasi proses agar beroperasi secara independen satu sama lain.

- Controlling Processes with ulimit: Menggunakan `ulimit` untuk menetapkan batas sumber daya pada tingkat pengguna untuk mencegah kehabisan sumber daya.

- Creating Processes: Metode untuk membuat proses dalam shell menggunakan perintah seperti `fork()` dan `exec()`.

- Creating Processes in a Command Shell: Contoh praktis memulai proses di terminal.

- Process States: Memahami berbagai status yang dapat dimiliki proses, seperti running, sleeping, stopped, dan zombie.

- Daemons: Proses latar belakang yang berjalan tanpa intervensi pengguna, seperti server web.

- Set Priorities and Modifying the Nice Value: Mengelola prioritas proses dengan perintah   dan `renice`.

- Static and Shared Libraries: Menjelaskan perbedaan antara menggunakan pustaka statis dan pustaka bersama.

- Controlling Processes with ulimit: Mengulangi pentingnya manajemen sumber daya.

 

 Modul 4: Signals

Modul ini menginvestigasi sinyal dalam sistem Linux dan bagaimana mereka digunakan untuk berkomunikasi dengan proses. Peserta akan belajar tentang berbagai jenis sinyal dan cara mengirimnya untuk mengontrol perilaku proses.

- What Are Signals?: Memperkenalkan sinyal sebagai notifikasi yang dikirim ke proses untuk memicu tindakan tertentu.

- Types of Signals: Menggambarkan sinyal umum seperti SIGINT, SIGTERM, dan SIGKILL.

- kill: Menggunakan perintah `kill` untuk mengirim sinyal ke proses.

 

 Modul 5: Package Management Systems

Modul ini memperkenalkan peserta pada sistem manajemen paket dalam Linux. Mereka akan belajar tentang cara menginstal, memperbarui, dan mengelola perangkat lunak menggunakan berbagai manajer paket yang tersedia.

- Why Use Packages?: Menjelaskan keuntungan dari sistem manajemen paket dalam pemasangan dan pembaruan perangkat lunak.

- Software Packaging Concepts: Memahami bagaimana perangkat lunak dikemas untuk instalasi.

- Package Types: Menjelaskan berbagai format paket, seperti RPM dan DEB.

- Available Package Management Systems: Memperkenalkan sistem manajemen paket populer seperti APT, YUM, dan DNF, dengan contoh penggunaan.

 

 Modul 6: System Monitoring

Modul ini bertujuan untuk memberikan keterampilan dalam memantau kinerja sistem Linux. Peserta akan belajar menggunakan berbagai alat untuk memantau proses, penggunaan memori, dan sumber daya lainnya untuk memastikan sistem berfungsi dengan baik.

- Monitoring Tools: Memperkenalkan alat yang tersedia untuk memantau kinerja sistem.

- Viewing Process States with ps: Menggunakan perintah `ps` untuk melihat proses yang sedang berjalan.

- top: Alat pemantauan proses secara real-time yang menampilkan penggunaan sumber daya sistem.

- Htop: Versi yang lebih baik dari `top` dengan antarmuka yang ramah pengguna.

- More on /proc: Menjelajahi sistem file `/proc` untuk informasi tentang proses dan sistem.

- Memory Monitoring: Teknik untuk memantau penggunaan memori, mengidentifikasi kebocoran, dan mengoptimalkan kinerja.

- /proc/meminfo: Informasi rinci tentang penggunaan memori.

- vmstat: Perintah untuk melaporkan status proses, memori, paging, dan aktivitas CPU.

- Log Files: Memahami pentingnya file log untuk pemecahan masalah dan pemantauan sistem.

 

 Modul 7: I/O Monitoring

Modul ini fokus pada pemantauan I/O dan bagaimana mengidentifikasi bottleneck disk. Peserta akan mempelajari alat dan teknik untuk memantau aktivitas input/output untuk menjaga kinerja sistem yang optimal.

- I/O Monitoring and Disk Bottlenecks: Mengidentifikasi dan mengurangi bottleneck kinerja terkait I/O disk.

- iostat: Perintah untuk memantau beban perangkat input/output sistem.

- iotop: Alat pemantauan waktu nyata untuk penggunaan I/O oleh proses.

 

 Modul 8: Linux Filesystems and the VFS

Modul ini memberikan pemahaman tentang filesystem Linux dan Virtual Filesystem (VFS). Peserta akan belajar tentang struktur filesystem, inodes, dan jenis filesystem yang berbeda, serta cara kerjanya.

- Filesystem Basics: Konsep dasar filesystem dan arsitekturnya.

- Inodes: Memahami inodes dan perannya dalam manajemen filesystem.

- Hard and Soft Links: Perbedaan dan kasus penggunaan untuk hard links dan symbolic links.

- Available Filesystems: Membahas filesystem seperti ext4, XFS, dan Btrfs, serta kelebihan masing-masing.

- Filesystem Varieties: Diskusi tentang filesystem journaling dan non-journaling.

- Journaling Filesystems: Pentingnya journaling untuk integritas data.

- Special Filesystems: Menjelajahi tipe filesystem unik, seperti filesystem jaringan.

- Ext4 Superblock and Block Groups: Tinjauan mendalam tentang struktur filesystem ext4.

- XFS: Memperkenalkan filesystem XFS dan keunggulan kinerjanya.

 

 Modul 9: Filesystem Features

Modul ini membahas fitur-fitur penting dari filesystem Linux. Peserta akan belajar cara membuat, memeriksa, dan mengelola filesystem, serta memahami konsep mount dan unmount.

- mkfs: Membuat filesystem menggunakan perintah `mkfs`.

- fsck: Memeriksa dan memperbaiki filesystem dengan perintah `fsck`.

- Mounting Filesystems: Teknik untuk memasang dan melepas filesystem.

- mount: Menggunakan perintah `mount` untuk melampirkan filesystem ke pohon direktori.

- umount: Menghapus pemasangan filesystem dengan perintah `umount`.

- Network Shares (NFS): Memperkenalkan Network File System (NFS) dan konfigurasinya.

- Mounting at Boot and /etc/fstab: Mengonfigurasi filesystem untuk secara otomatis dipasang saat booting.

- df: Filesystem Usage: Menilai penggunaan ruang disk dengan perintah `df`.

- du: Disk Usage: Memahami penggunaan disk pada file dan direktori dengan perintah `du`.

- Using swap: Mengelola ruang swap untuk manajemen memori.

 

 Modul 10: Logical Volume Management (LVM)

Modul ini dirancang untuk memberikan pengetahuan tentang Logical Volume Management (LVM). Peserta akan belajar cara mengelola volume logis, termasuk membuat, mengubah ukuran, dan menghapus volume untuk fleksibilitas manajemen penyimpanan.

- Logical Volume Management (LVM): Memperkenalkan LVM dan keuntungannya dibandingkan partisi tradisional.

- Volumes and Volume Groups: Memahami hubungan antara volume fisik, grup volume, dan volume logis.

- Logical Volumes Utilities: Tinjauan perintah untuk mengelola LVM (misalnya, `lvcreate`, `lvextend`).

- Creating Logical Volumes: Panduan langkah demi langkah untuk membuat volume logis.

- Displaying Logical Volumes: Menggunakan perintah untuk melihat volume logis yang ada.

- Resizing Logical Volumes: Teknik untuk mengubah ukuran volume logis dengan aman.

 

 Modul 11: Kernel Services and Configuration

Modul ini memberikan wawasan tentang layanan kernel dan cara mengkonfigurasi parameter kernel. Peserta akan memahami peran kernel dalam sistem dan bagaimana mengelola pengaturannya.

- Kernel Overview: Memahami peran kernel sebagai inti dari sistem operasi.

- Kernel Command Line: Gambaran tentang parameter kernel dan opsi kustomisasi untuk booting.

- Kernel Boot Parameters: Cara meneruskan parameter ke kernel saat booting untuk konfigurasi.

 

 Modul 12: User Account Management

Modul ini fokus pada manajemen akun pengguna di Linux. Peserta akan belajar cara membuat, memodifikasi, dan menghapus akun pengguna serta memahami izin dan hak akses yang terkait.

- User Accounts: Memahami struktur dan pentingnya akun pengguna di Linux.

- Attributes of a User Account: Atribut penting seperti UID, GID, dan direktori home.

- Creating User Accounts with useradd: Panduan praktis untuk membuat akun pengguna baru menggunakan perintah `useradd`.

- Modifying and Deleting User Accounts: Menggunakan perintah seperti `usermod` dan `userdel` untuk manajemen akun.

- Locked Accounts: Memahami cara mengunci/membuka kunci akun pengguna untuk tujuan keamanan.

- User IDs and /etc/passwd: Menjelaskan file `/etc/passwd` dan perannya dalam manajemen akun pengguna.

- Why Use /etc/shadow?: Membahas keuntungan dari file `/etc/shadow` untuk keamanan kata sandi.

- More on /etc/shadow: Konsep lanjutan terkait hashing kata sandi dan penuaan.

- Password Management: Teknik untuk mengelola kata sandi pengguna dengan efektif.

- Password Aging (chage): Menggunakan perintah `chage` untuk menetapkan kebijakan kedaluwarsa kata sandi.

- Restricted Shell and Accounts: Memahami lingkungan terbatas untuk pengguna.

- The Root Account: Membahas pentingnya akun root dan hak istimewanya.

- SSH: Tinjauan tentang Secure Shell untuk akses jarak jauh yang aman.

- Groups: Memahami grup pengguna dan pentingnya untuk manajemen izin.

- User Private Groups: Konsep grup pribadi pengguna untuk manajemen izin yang lebih baik.

- Group Membership: Mengelola keanggotaan pengguna dalam berbagai grup.

 

 Modul 13: File Permissions and Ownership

Modul ini membahas izin dan kepemilikan file dalam Linux. Peserta akan belajar cara mengatur izin akses untuk file dan direktori serta memahami konsep dasar yang terkait dengan keamanan file.

- Owner, Group, and World: Memahami tiga level izin file.

- File Access Rights: Menjelaskan izin baca, tulis, dan eksekusi.

- Chmod: Menggunakan perintah `chmod` untuk mengubah izin file.

- Octal Digits: Memahami representasi izin menggunakan angka oktal.

- Chown and Chgrp: Mengubah kepemilikan file dan kepemilikan grup dengan `chown` dan `chgrp`.

- Umask: Menetapkan topeng izin default untuk file baru yang dibuat.

- Filesystem ACLs: Memperkenalkan Access Control Lists untuk manajemen izin yang lebih canggih.

 

 Modul 14: Network Addresses

Modul ini memberikan pemahaman tentang pengalamatan IP dan konsep jaringan di Linux. Peserta akan belajar tentang jenis alamat IP, netmask, dan cara mengatur hostname sistem.

- IP Addresses: Memahami struktur dan tujuan pengalamatan IP.

- IPv4 Address Types: Gambaran umum tentang alamat publik, pribadi, dan cadangan.

- IPv6 Address Types: Memperkenalkan IPv6 dan skema pengalamatan.

- IPv4 Address Classes: Memahami Kelas A, B, C, D, dan E alamat.

- Netmasks: Peran netmask dalam menentukan batas jaringan.

- Setting the Hostname: Teknik untuk mengatur dan mengubah hostname sistem.

 

 Modul 15: Network Devices and Configuration

Modul ini fokus pada perangkat jaringan dan konfigurasi dalam Linux. Peserta akan belajar cara mengelola antarmuka jaringan, mengonfigurasi alamat IP, dan melakukan diagnosa jaringan.

- Network Devices: Gambaran umum tentang perangkat jaringan umum, seperti NIC (Network Interface Cards).

- ip: Menggunakan perintah `ip` untuk konfigurasi dan manajemen jaringan.

- ifconfig: Gambaran tentang perintah `ifconfig` yang telah usang untuk konfigurasi antarmuka jaringan.

- Predictable Network Interface Device Names: Memahami konvensi penamaan untuk antarmuka jaringan.

- Network Configuration Tools: Memperkenalkan alat seperti `nmcli` dan `nmtui` untuk manajemen jaringan.

- Routing: Dasar-dasar routing dan cara melihat serta memanipulasi tabel routing.

- Name Resolution: Gambaran tentang cara kerja DNS dan pentingnya dalam jaringan.

- Network Diagnostics: Alat dan teknik untuk mendiagnosis masalah jaringan (misalnya, `ping`, `traceroute`, `netstat`).

 

 Modul 16: Firewalls

Modul ini membahas pentingnya firewall untuk keamanan jaringan. Peserta akan belajar tentang pengelolaan aturan firewall menggunakan `firewalld` dan bagaimana melindungi sistem dari ancaman luar.

- What Is a Firewall?: Memahami konsep firewall dan perannya dalam keamanan jaringan.

- firewalld and firewall-cmd: Memperkenalkan `firewalld` dan cara mengelola aturan firewall menggunakan `firewall-cmd`.

- firewalld Service Status: Memeriksa status layanan firewalld dan operasinya.

- Zones: Memahami zona firewall dan konfigurasinya.

- Source Management: Mengelola lalu lintas masuk dan keluar berdasarkan alamat sumber.

- Service Management: Mengizinkan atau menolak layanan melalui firewall.

- Port Management: Teknik untuk mengelola akses dan keamanan port.

 

 Modul 17: System Startup and GRUB

Modul ini memberikan wawasan tentang proses startup sistem Linux. Peserta akan belajar tentang boot loader GRUB, proses booting, dan bagaimana mengelola opsi boot.

- Boot Sequence: Gambaran umum tentang proses boot Linux dari daya hidup hingga login pengguna.

- BIOS: Memahami peran BIOS dalam proses boot.

- Boot Loaders: Memperkenalkan boot loader dan fungsinya dalam memuat sistem operasi.

- Shutting Down and Rebooting: Praktik terbaik untuk mematikan dan me-reboot sistem.

- What Is GRUB?: Gambaran tentang GRUB (Grand Unified Bootloader) dan konfigurasinya.

- GRUB Versions: Diskusi tentang berbagai versi GRUB dan fitur-fiturnya.

- Interactive Selections with GRUB at Boot: Cara menggunakan GRUB untuk memilih berbagai opsi boot.

 

 Modul 18: System Init: Systemd, Systemv, and Upstart

Modul ini fokus pada berbagai sistem init yang ada di Linux. Peserta akan memahami perbedaan antara Systemd, SystemV, dan Upstart serta bagaimana mengelola layanan menggunakan sistem init ini.

- The init Process: Memahami pentingnya proses init dalam memulai layanan sistem.

- Startup Alternatives: Gambaran tentang berbagai sistem init, termasuk Systemd, SystemV, dan Upstart.

- systemd Features: Diskusi tentang keuntungan menggunakan Systemd untuk mengelola layanan dan ketergantungan.

- systemd Configuration Files: Memahami cara mengonfigurasi layanan systemd.

- systemctl: Menggunakan perintah `systemctl` untuk mengelola layanan dan unit systemd.

 

 Modul 19: Basic Troubleshooting

Modul ini dirancang untuk memberikan keterampilan pemecahan masalah dasar dalam sistem Linux. Peserta akan belajar teknik-teknik untuk mendiagnosis dan memperbaiki masalah yang umum terjadi.

- Troubleshooting Levels: Gambaran tentang berbagai level pemecahan masalah dari dasar hingga lanjut.

- Basic Troubleshooting Techniques: Metode umum dan pendekatan untuk mendiagnosis masalah.

- Things to Check: Networking: Area kunci yang perlu diperiksa saat memecahkan masalah jaringan.

- Boot Process Failures: Teknik untuk mendiagnosis dan menyelesaikan kegagalan boot.


 Modul 20: Lab Challenge

Modul ini dirancang untuk memberikan pengalaman praktis melalui serangkaian tantangan lab yang membantu peserta menerapkan pengetahuan yang telah dipelajari dalam konteks nyata. Berikut adalah tantangan lab yang akan dihadapi:

- Lab Challenge 1: Working with File Content 

  Tantangan ini akan menguji kemampuan peserta dalam mengelola dan memanipulasi konten file. Peserta akan belajar menggunakan perintah seperti `cat`, `less`, `head`, dan `tail`, serta melakukan pengeditan sederhana menggunakan editor teks seperti `nano` atau `vim`.

- Lab Challenge 2: Finding Files 

  Dalam tantangan ini, peserta akan berlatih menggunakan alat pencarian file seperti `find` dan `locate`. Mereka akan dihadapkan pada skenario di mana mereka perlu menemukan file berdasarkan nama, tipe, atau kriteria lainnya, meningkatkan keterampilan dalam navigasi filesystem.

- Lab Challenge 3: Working with Partition 

  Peserta akan belajar cara mengelola partisi disk dengan menggunakan alat seperti `fdisk`, `parted`, dan `mkfs`. Tantangan ini mencakup pembuatan, penghapusan, dan format partisi, serta pemahaman tentang struktur penyimpanan di Linux.

- Lab Challenge 4: Comparing Files 

  Dalam tantangan ini, peserta akan menggunakan perintah seperti `diff` dan `cmp` untuk membandingkan file. Mereka akan belajar cara mengidentifikasi perbedaan antara dua file, memahami perubahan yang dilakukan, dan bagaimana mengelola versi file yang berbeda.


Secara Keseluruhan kursus "Administrasi Sistem Linux" oleh Adinusa ini menawarkan panduan lengkap untuk memahami dan mengelola sistem Linux dengan baik. Dari belajar tentang struktur dasar sistem, mengelola proses, hingga memahami jaringan dan keamanan, kursus ini membantu peserta mendapatkan keterampilan praktis yang bisa langsung diterapkan. Dengan pengetahuan yang didapat, peserta tidak hanya siap menjadi administrator sistem yang handal, tetapi juga lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan di dunia IT yang terus berkembang.


Comments

Popular posts from this blog

Panduan Instalasi Portainer di Ubuntu Server

Rangkuman Webinar Solusi IoT dengan ESP - Teknologi Pintar untuk Kehidupan Sehari-hari

Automation With Ansible