Belajar Linux Dari 0


Belajar Linux dari 0

"Kursus Belajar Linux dari Nol" 



https://radnet-digital.id/

Penulis : Fatih Athaillah Nugroho

Kursus "Belajar Linux dari Nol" dibagi menjadi beberapa bagian yang akan membantu kamu memahami Linux lebih dalam. Berikut ini adalah beberapa topik yang bakal kamu pelajari:


1. Introduction to Linux:

Course ini membahas pengenalan Linux, sebuah kernel sistem operasi open source yang dikembangkan oleh Linus Torvalds. Linux memiliki banyak distribusi, salah satunya adalah Ubuntu yang dikembangkan oleh Canonical.

Linux banyak digunakan di dunia IT, seperti server, cloud, mobile, dan IoT. Linux juga menjadi salah satu skill yang banyak dicari di industri IT.

Ubuntu memiliki dua tipe rilis, yaitu versi LTS (Long Term Support) dan non-LTS. Ubuntu Pro adalah varian terbaru yang ditujukan untuk kebutuhan komersial/bisnis, dengan dukungan pemeliharaan selama 10 tahun dan paket tambahan yang lebih banyak.


2. Installation:

Course ini menjelaskan instalasi Ubuntu 22.04 LTS menggunakan virtual machine pada Windows. Langkahnya:

1. Persiapkan perangkat dengan processor dual-core dan RAM minimal 4GB.

2. Unduh dan instal aplikasi VirtualBox.

3. Unduh file ISO Ubuntu 22.04 LTS.

4. Buat VM baru di VirtualBox, konfigurasikan spesifikasinya.

5. Mulai proses instalasi Ubuntu di VM, konfigurasikan opsi instalasi.

6. Tunggu proses instalasi selesai.

7. Reboot VM untuk masuk ke sistem operasi Ubuntu.

8. Login menggunakan akun pengguna yang dibuat.


3. Basic Commands:

1. Pengenalan tipe antarmuka pada Linux, yaitu CLI (Command Line Interface) dan GUI (Graphical User Interface). CLI menggunakan perintah teks, sedangkan GUI menggunakan antarmuka grafis.

2. Penjelasan beberapa perintah dasar Linux, antara lain:

   - `who`: menampilkan pengguna yang sedang login

   - `hostname`: menampilkan dan mengubah nama host server

   - `date`: menampilkan dan mengatur waktu sistem

   - `clear`: membersihkan layar terminal

3. Perintah-perintah untuk memeriksa informasi sistem, seperti:

   - `cat /etc/os-release`: menampilkan informasi sistem operasi

   - `uname`: menampilkan informasi kernel Linux

   - `lscpu`: menampilkan informasi prosesor

   - `free`: menampilkan informasi memori

   - `lsblk`: menampilkan informasi penyimpanan

   - `df -h`: menampilkan informasi penggunaan penyimpanan

Secara keseluruhan, course ini memberikan pengenalan dan penjelasan tentang perintah-perintah dasar yang sering digunakan pada sistem operasi Linux, khususnya Ubuntu Server.


4. File and Directory Management:

 1. Penjelasan tentang direktori di Linux, yang merupakan istilah untuk folder di Windows. Di Linux terdapat hierarki sistem file dengan "/" sebagai direktori root.

2. Perintah-perintah dasar untuk mengelola file, seperti:

   - ‘touch’: membuat file kosong

   - ‘echo/nano/vim’: membuat file dengan konten

   - ‘cat’: menampilkan isi file

   - ‘head’: menampilkan 10 baris pertama file

   - ‘tail’: menampilkan 10 baris terakhir file

   - ‘rm’: menghapus file

   - ‘cp’: menyalin file

   - ‘mv’: memindahkan atau me-rename file

3. Perintah-perintah dasar untuk mengelola direktori, seperti:

   - ‘cd’: masuk atau keluar direktori

   - ‘mkdir’: membuat direktori baru

   - ‘rmdir’: menghapus direktori

   - ‘ls’: melihat isi direktori

   - 'pwd’: melihat direktori saat ini

Secara keseluruhan, course ini memberikan pengenalan dan tutorial dasar tentang manajemen file dan direktori di lingkungan Linux, yang merupakan kemampuan penting bagi pengguna Linux.


5. Users and Permissions:

Course ini membahas tentang manajemen user dan permission di sistem operasi Linux. Beberapa hal yang dijelaskan dalam course ini adalah:

1. Manajemen User:

   - Perintah untuk menambah user baru, seperti useradd dan adduser
   - Perintah untuk menghapus user, yaitu userdel
   - Perintah untuk mengubah password user, yaitu passwd

2. Manajemen Grup:

   - Perintah untuk membuat grup baru, yaitu groupadd
   - Perintah untuk menghapus grup, yaitu groupdel
   - Perintah untuk memasukkan user ke dalam grup, yaitu usermod -a -G

3. Memeriksa User dan Grup:

   - Menggunakan perintah cat /etc/passwd untuk melihat daftar user
   - Menggunakan perintah cat /etc/group untuk melihat daftar grup

4. File dan Directory Permissions:

   - Memahami arti huruf r, w, dan x dalam permission file/direktori
   - Cara mengubah permission secara simbolik, misalnya chmod u + rwx
   - Cara mengubah permission secara numerik, misalnya chmod 755
   - Cara mengubah kepemilikan file/direktori, yaitu dengan chown

Course ini memberikan penjelasan yang cukup komprehensif mengenai manajemen user dan permission di Linux, disertai dengan contoh-contoh perintah yang dapat digunakan.


6. Basic Networking:

Course ini membahas tentang konfigurasi dasar jaringan (networking) pada sistem operasi Ubuntu. Ada beberapa hal yang dibahas, yaitu:

1. Metode konfigurasi jaringan:

   - Menggunakan `nm-cli` (Network Manager Command Line Interface) untuk distro berbasis Red Hat.

   - Menggunakan `netplan` untuk Ubuntu.

2. Manajemen jaringan:

   - Menggunakan perintah `ip a` untuk melihat konfigurasi IP.

   - Menggunakan `netplan` untuk mengubah konfigurasi IP statis.

   - Menggunakan perintah `ip r` untuk melihat gateway default.

   - Menggunakan perintah `resolv.conf` untuk mengatur DNS server.

3. Demonstrasi:

   - Mengubah konfigurasi adapter jaringan pada virtual machine Ubuntu dari default menjadi mode Bridge.

   - Mengubah konfigurasi IP statis pada Ubuntu menggunakan `netplan`.

   - Melakukan ping ke Google untuk memastikan konektivitas.

   - Menggunakan perintah `traceroute` untuk melihat rute paket menuju Google.

Secara keseluruhan, course ini menjelaskan cara melakukan konfigurasi dasar jaringan pada sistem operasi Ubuntu, mulai dari mengubah mode adapter jaringan, mengatur IP statis, hingga memastikan konektivitas internet.


7. Package Management

Course ini membahas tentang package management, yang merupakan proses pengelolaan perangkat lunak pada sistem komputer, seperti pemasangan, pembaruan, dan penghapusan paket-paket.

Dalam course ini dijelaskan beberapa istilah terkait package management, seperti:

1. APT (Advanced Package Tool) - Sistem manajemen paket yang umum digunakan pada distribusi Linux berbasis Debian, termasuk Ubuntu.

2. Beberapa perintah APT:

   - APT upgrade - Untuk memperbarui paket-paket yang terinstal.

   - APT update - Untuk memperbarui daftar paket dari repository.

   - APT install - Untuk menginstal paket baru.

   - APT remove - Untuk menghapus paket.

   - APT list --installed - Untuk melihat daftar paket yang terinstal.

Dalam video ini juga ditunjukkan contoh penggunaan beberapa perintah APT, seperti:

- Memperbarui daftar paket dengan `apt update`

- Menginstal paket Nginx dengan `apt install nginx`

- Memeriksa apakah Nginx sudah terinstal dengan `apt list --installed | grep nginx`

- Menghapus paket Nginx dengan `apt remove nginx` atau `apt purge nginx`

Secara keseluruhan, video ini menjelaskan dasar-dasar penggunaan package management, khususnya menggunakan APT, pada sistem operasi Linux berbasis Debian.


8. Remote Access

Course ini membahas tentang remote akses, yaitu kemampuan untuk mengakses dan mengontrol sistem atau perangkat dari jarak jauh. Beberapa hal yang dibahas dalam video ini adalah: 1. Metode remote akses yang dapat digunakan, seperti SSH, Telnet, RDP, dan VNC. Pada video ini, fokus pembahasan adalah pada penggunaan metode SSH. 2. Langkah-langkah untuk mengaktifkan server SSH di Ubuntu, mulai dari menginstal paket OpenSSH server, mengonfigurasi file sshd, dan menjalankan layanan SSH. 3. Cara melakukan remote akses menggunakan SSH, termasuk mengubah port default SSH dari 22 menjadi port yang berbeda untuk meningkatkan keamanan. 4. Cara login menggunakan SSH tanpa harus memasukkan password, yaitu dengan menggunakan autentikasi kunci publik. Dijelaskan bagaimana membuat kunci publik dan private, lalu menyalin kunci publik ke server Ubuntu. Secara garis besar, video didalam course ini memberikan tutorial langkah demi langkah tentang bagaimana melakukan remote akses menggunakan SSH pada server Ubuntu, termasuk cara mengonfigurasi keamanan dan menggunakan autentikasi kunci publik.


9. Automating Tasks Cron job

Video didalam course ini merupakan materi pembelajaran dari kelas Linux System Administration di ID Networkers. Pada video ini, topik yang dibahas adalah tentang automating tasks menggunakan Cron job. Cron job adalah tools yang digunakan untuk menjadwalkan tugas-tugas yang akan dijalankan secara otomatis pada waktu atau interval waktu tertentu di sistem operasi Linux. Tujuannya adalah untuk menjadwalkan atau menjalankan tugas-tugas secara otomatis, seperti backup data, pembersihan file, atau eksekusi script secara rutin. Dalam video ini, dijelaskan struktur dari Cron job, yang terdiri dari: 1. Menit (0-59) 2. Jam (0-23) 3. Hari dalam bulan (1-31) 4. Bulan (1-12) 5. Hari dalam minggu (0-6, dengan 0 untuk Minggu) Jika kesulitan menghitung interval waktunya, dapat menggunakan website chrontab.guru untuk membantu menghitung. Selanjutnya, diberikan contoh membuat Cron job baru di server Ubuntu. Digunakan perintah crontab -e untuk membuat Cron job baru. Dalam contoh, dibuat Cron job yang akan menjalankan script "echo 'Halo semuanya'" setiap menit. Selain itu, video juga menunjukkan cara mengkombinasikan Cron job dengan proses backup menggunakan rsync. Pertama-tama dibuat direktori "files" dan "backup", lalu beberapa file dummy dibuat di direktori "files". Kemudian, Cron job dibuat untuk melakukan backup file-file di direktori "files" ke direktori "backup" setiap menit. Secara keseluruhan, video didalam course ini menjelaskan dengan rinci bagaimana menggunakan Cron job untuk mengotomatisasi tugas-tugas di sistem operasi Linux, baik untuk menjalankan script maupun melakukan backup data secara terjadwal.


Comments

Popular posts from this blog

Panduan Instalasi Portainer di Ubuntu Server

Rangkuman Webinar Solusi IoT dengan ESP - Teknologi Pintar untuk Kehidupan Sehari-hari

Automation With Ansible